Keutamaan Sahur dan Waktu Terbaiknya Menurut Islam
Keutamaan Sahur dan Waktu Terbaiknya Menurut Islam
Sahur sering dianggap sekadar "makan sebelum puasa". Padahal, dalam Islam, sahur punya keutamaan besar dan termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan, meskipun hanya minum seteguk air, sahur tetap bernilai ibadah dan penuh keberkahan.
Di Ramadhan 2026 ini, mari kita pahami kenapa sahur itu penting, apa saja keutamaannya, dan kapan waktu terbaik untuk melakukannya supaya puasa kita lebih kuat, sehat, dan berpahala.
Apa Itu Sahur?
Sahur adalah makan dan minum yang dilakukan di waktu akhir malam sebelum terbit fajar sebagai persiapan untuk berpuasa. Tujuan utamanya bukan hanya mengisi tenaga, tapi juga mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan mengambil keberkahan yang Allah letakkan di waktu sahur.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa sahur itu penuh berkah. Ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar kebiasaan, tapi bagian penting dari ibadah puasa.
Keutamaan Sahur
1. Ada Keberkahan di Dalamnya
Salah satu keutamaan terbesar sahur adalah keberkahan. Berkah bukan cuma soal kenyang, tapi juga kebaikan yang bertambah: tenaga lebih kuat, hati lebih tenang, dan ibadah lebih ringan dijalani.
Bahkan, para ulama menjelaskan bahwa keberkahan sahur mencakup:
- Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ
- Menguatkan tubuh untuk beribadah
- Membantu menjaga akhlak dan kesabaran saat puasa
- Menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat sebelumnya
2. Membantu Menjaga Kekuatan Saat Puasa
Secara fisik, sahur sangat membantu menjaga stamina sepanjang hari. Tanpa sahur, tubuh lebih mudah lemas, pusing, atau sulit fokus. Dengan sahur yang cukup dan seimbang, puasa jadi terasa lebih ringan dan produktivitas tetap terjaga.
3. Waktu Sahur adalah Waktu Mustajab untuk Berdoa
Waktu sahur termasuk waktu yang sangat baik untuk berdoa dan beristighfar. Di sepertiga malam terakhir, Allah membuka pintu ampunan dan mengabulkan doa hamba-Nya. Jadi, sahur bukan hanya soal makan, tapi juga momen spiritual yang sangat berharga.
Luangkan sedikit waktu untuk:
- Beristighfar
- Berdoa untuk diri sendiri dan keluarga
- Memohon kekuatan menjalani puasa hari itu
4. Menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ
Dengan sahur, kita menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ. Walaupun hanya makan sedikit atau minum air, itu sudah cukup untuk mendapatkan pahala mengikuti sunnah. Jadi, jangan remehkan sahur meski kamu tidak lapar.
Kapan Waktu Terbaik untuk Sahur?
Waktu sahur dimulai di akhir malam dan berakhir saat masuk waktu Subuh (terbit fajar). Dalam sunnah, sahur dianjurkan untuk diakhirkan, mendekati waktu Subuh, bukan dilakukan terlalu awal di tengah malam.
Mengakhirkan sahur punya beberapa keuntungan:
- Lebih sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ
- Tubuh lebih segar karena jarak dengan waktu puasa tidak terlalu lama
- Lebih kuat menahan lapar dan haus di siang hari
Tentu saja, tetap perhatikan waktu imsak atau jadwal Subuh agar tidak sampai terlambat dan melewati batas waktu sahur.
Sahur Tidak Harus Banyak
Banyak orang melewatkan sahur karena malas bangun atau merasa tidak sanggup makan banyak. Padahal, sahur tidak harus kenyang. Sedikit pun cukup, misalnya:
- Segelas air
- Sepotong roti atau beberapa butir kurma
- Semangkuk kecil nasi atau oatmeal
Yang penting adalah niat sahur dan mengikuti sunnah, bukan seberapa banyak makanannya.
Tips Sahur Agar Lebih Bermanfaat
- Pilih makanan yang mengenyangkan dan tahan lama, seperti nasi, roti gandum, telur, atau oatmeal
- Tambahkan protein dan serat (telur, tempe, sayur, buah)
- Minum air yang cukup agar tidak dehidrasi
- Hindari makanan terlalu asin atau terlalu manis berlebihan
- Jangan lupa niat puasa dan sempatkan berdoa
Penutup
Keutamaan sahur dan waktu terbaiknya menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar rutinitas makan sebelum puasa, tapi ibadah yang penuh berkah. Dengan sahur, kita menguatkan tubuh, menghidupkan sunnah, dan memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa.
Di Ramadhan 2026 ini, jangan biasakan melewatkan sahur. Meski sedikit, usahakan tetap sahur agar puasa kita lebih kuat, lebih berkualitas, dan lebih bernilai di sisi Allah.
😊
Komentar
Posting Komentar